HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Protes Indonesia 2025: Affan Kurniawan Tewas, Prabowo Cabut Tunjangan Parlemen

Protes Indonesia 2025: Affan Kurniawan Tewas, Prabowo Cabut Tunjangan Parlemen

Jakarta, 31 Agustus 2025, fokutamax.com – Indonesia sedang menghadapi salah satu gelombang protes terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Unjuk rasa yang awalnya dipicu oleh polemik tunjangan anggota parlemen kini berkembang menjadi krisis nasional dengan korban jiwa, kerusakan fasilitas publik, serta gejolak politik yang mengguncang stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Tragedi Kematian Sopir Ojek Online Jadi Pemicu

Gelombang kemarahan publik semakin meluas setelah kematian tragis Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online berusia 26 tahun, yang tertabrak kendaraan lapis baja milik kepolisian ketika demonstrasi berlangsung di Jakarta. Peristiwa ini terekam video warga dan cepat menyebar di media sosial, menjadi simbol ketidakadilan sekaligus memperbesar solidaritas masyarakat.

Banyak kelompok masyarakat menilai bahwa tragedi tersebut bukan sekadar kecelakaan, melainkan bukti represifnya aparat dalam menghadapi protes. Tagar #JusticeForAffan pun menduduki trending topic nasional selama dua hari berturut-turut.

Protes Meluas ke Berbagai Kota

Aksi protes yang semula hanya terjadi di Jakarta meluas hingga ke Bandung, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, hingga Denpasar. Ribuan mahasiswa, pekerja, serta komunitas ojek online turun ke jalan menuntut penghapusan tunjangan fantastis parlemen, transparansi kebijakan publik, serta perbaikan kondisi ekonomi rakyat.

Situasi memanas ketika massa mulai membakar gedung DPRD Makassar dan merusak kantor pemerintah di Surabaya. Laporan media menyebutkan sedikitnya lima orang tewas di berbagai lokasi, dengan ratusan lainnya luka-luka akibat bentrokan dengan aparat. Polisi mengonfirmasi bahwa lebih dari 950 orang ditangkap di Jakarta pada Sabtu malam.

Respons Cepat Presiden Prabowo

Menyadari eskalasi krisis, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah cepat dengan mencabut tunjangan perumahan bulanan anggota parlemen yang sebelumnya menuai kontroversi. Ia juga mengumumkan larangan perjalanan dinas luar negeri bagi anggota DPR demi meredakan kemarahan publik.

Selain itu, Prabowo membatalkan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok yang sedianya berlangsung pada awal September. Ia menegaskan bahwa prioritasnya saat ini adalah menjaga stabilitas dalam negeri.

Dalam pidatonya di Istana Merdeka, Presiden Prabowo menyebut bahwa sebagian aksi massa telah "miring ke arah pengkhianatan" dan memperingatkan kelompok-kelompok yang mencoba menunggangi situasi. Meski demikian, ia juga berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh atas kematian Affan Kurniawan.

Kerusakan dan Dampak Sosial-Ekonomi

Kerusuhan yang terjadi tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga mengakibatkan kerugian besar. Beberapa gedung pemerintah daerah terbakar, rumah dinas pejabat dirusak, dan pusat perbelanjaan di sejumlah kota terpaksa ditutup. Di Makassar, kebakaran gedung DPRD menelan korban tiga orang yang terjebak di dalam gedung.

Ekonom menilai, kerusuhan ini berpotensi menghambat stabilitas pasar dan investasi. Nilai tukar rupiah sempat melemah tipis terhadap dolar AS, sementara indeks saham domestik mengalami penurunan akibat ketidakpastian politik.

Suara Rakyat: Lebih dari Sekadar Tunjangan

Banyak pengamat menekankan bahwa protes ini sebenarnya mencerminkan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap ketimpangan ekonomi dan politik yang semakin lebar. Kebijakan terkait tunjangan parlemen hanyalah “puncak gunung es” dari masalah mendasar yang meliputi lapangan kerja terbatas, inflasi yang menekan daya beli, serta minimnya transparansi pemerintah.

Aktivis mahasiswa menegaskan bahwa langkah pencabutan tunjangan saja tidak cukup. Mereka menuntut adanya reformasi menyeluruh, termasuk pembatasan gaya hidup mewah pejabat publik dan kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat kecil.

Situasi Masih Dinamis

Hingga Minggu sore, aparat keamanan tetap disiagakan di berbagai titik strategis. Jalan menuju gedung parlemen dijaga ketat, sementara akses menuju pusat kota Jakarta dibatasi untuk mencegah mobilisasi massa lebih besar.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi pihak-pihak yang ingin menciptakan kekacauan. Namun, kelompok masyarakat sipil menegaskan bahwa mereka akan terus menggelar aksi hingga tuntutan dipenuhi.

Kesimpulan

Protes besar-besaran yang dipicu oleh isu tunjangan parlemen kini berkembang menjadi krisis multidimensi di Indonesia. Dengan korban jiwa, kerusuhan di berbagai daerah, serta tekanan ekonomi yang mulai terasa, pemerintah berada dalam situasi sulit.

Langkah Presiden Prabowo mencabut tunjangan parlemen memang meredakan sebagian ketegangan, namun akar persoalan ketidakpuasan publik belum sepenuhnya terjawab. Situasi ini diprediksi masih akan bergulir dalam beberapa hari ke depan, dan dunia menunggu bagaimana Indonesia mengelola gejolak terbesar di awal masa pemerintahan Prabowo.

Posting Komentar